Minggu, 29 Juni 2014

Kekecewaan Terbatas, Harapan Tidak Terbatas: Perspektif Subjektif

"Kekecewaan itu terbatas, namun harapan tidak terbatas" adalah untaian kata yang pernah dirangkai oleh Martin Luther King, Jr.

Dengan sedikit mengkaji pernyataan tokoh besar ini, yang menentang praktik diskriminasi rasial di Amerika pada zamannya, maka batasan rasa kecewa bisa dilihat dari dua sudut pandang yang terpolarisasi.

Perspektif + : mengampuni org2 yg pernah mngecawakan; tdk mnyalahkan beragam faktor eksternal; berdamai dengan Sang Pencipta, diri sendiri akn mendorong seseorang utk memberi pengampunan, maka rasa kecewa akn hilang.

Perspektif - : menyalahkan oknum2 tertentu&faktor eksternal, merasa tertolak, menjadi seseorang yg psikososial. Gejala ini ditandai dengan kecenderungan perilaku yg menarik diri dari lingkungan sosial krna intensitas pikiran negatif yang menghantuinya baik terhadap diri sendiri maupun orang2 di sekitarnya. Klimaks dari rasa kecewa bisa sampai menyalahkan Sang Pencipta& bertanya utk apa saya hidup. Jika pertanyaan tersebut direalisasikan maka benarlah rasa kecewa akn sirna slamanya bersama dgn inang perasaan negatif itu.Tragis sungguh:-(

Itu sedikit pendapat saya yang berlandaskan pengalaman personal. Saya berpendapat demikian krna seseorang itu pernah menjadi saya. Kecewa demi kecewa pernah mengiringi hari2ku karena pilihan2 saya yang keliru. Saya berusaha mencari  hal2 yang dari dunia ini berupa materi, pencapaian, pengakuan, bahkan seorang pria utk mengisi  kekosongan "God's spot" dalam hidup saya. Tentu saja, usaha saya sia2 utk  mencapainya sampai saya pernah ada pada titik terendah dlm hidup.

Syukurnya, ada kasih yang tidak pernah menyerah terhadap hidup saya untuk memilih sudut pandang yang positif. Itulah KASIH yang sejati yg hanya dimiliki olh Pribadi yang hidup. KASIH membalut setiap luka dan mngangkat setiap beban yang menekan jiwa. Sang Kasih yang menghapus semua rasa kecewa itu dengan mengatakan, kamu boleh kehilangan segala sesuatunya tapi kamu memiliki Aku; memiliki aku berarti mempunyai segala2nya. Kasih yang memberikan pengharapan yang tidak mengecewakan pada akhirnya (Roma 5:5). Saya setuju dengan apa yang dilontarkan King bahwa pengharapang itu tidak terbatas, menurut saya krna Sang Pemberi Pengharapan itu tidak terbatas. Kutipan dari film "Croods" (2013) yang mengatakan "No more hiding. Keep alive" menjadi sangat inspiratif utk berani hidup dlm pengharapan.Tidak rugi tapi malah untung utk senantiasa berharap:-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar