Selasa, 27 Mei 2014

Which Sound?

Which Sound?


zzzzzzzzzzzz sound......................................
After 'that', no more sound...........................
Night by night, only the /z/ phonic can be heard.
no more phonic even no word is pronounced..

Is it really what's happening behind the curtain?...
Dunno...any word can be yes or not to be spoken.
What If it is spoken a lot till many may be known?
Bingo...Lotto...it's viral not to be unknown............

Who sounds first?..............................................
Who tweets next?..............................................
Let them tweet...................................................

Yea...yea...yea can be sounded.........................
1...2...3...with any short high-pitched sound........
blah...blah...blah can be tweeted........................
blah...blah...blah can be heard...........................

Does what's tweeting look like be pointed?................................
A choice must be made...........................................................
Listen! The true sound is always there to be accepted.................
The sweet and loving sound always comes to bring healing inward

No other sound but the true sound comes over.................................
Ever mixed-pain feelings filled the inner space before.....................
Things behind were over.................................................................
One yoke only with One sound is enough to start over.

A Bit Portray of Hambalang Graft


Hambalang sport center project case is a big graft issue in Indonesia. Regarding with Indonesian corruption scandal news, Kompas as a national printed media reported that the Hambalang case became the top topic represented by media from January 1 to December 9, 2013. In this scandal, Indonesia has been damaged in a very significant number. Based on the audit report from the Supreme Audit Agency, the Hambalang corruption case losses the state fund at amount Rp 471.7 billion ($42 million). Since 2011 the Hambalang graft has been being identified by an influential antigraft body in Indonesia, named the Corruption Eradication Commission known as the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) in Bahasa.

The KPK started exploring the graft issue after the former Democratic Party treasurer Muhammad Nazaruddin said about the misusage of the state fund for the multiyear Hambalang project. In following up the speculative information, the KPK ultimately found out some high-profile politicians of the ruling party (the Democrat Party) getting involved such as the former chief of the Youth and Sport ministry’s financial and internal affairs bureau Dedy Kusnidar, Angelina Sondak, the former Youth and Sport Minister Andy Malarangeng (AM), and the former Democratic Party Chairman Anas Urbaningrum (AU). Two of them comprising AM & AU are in the inner circle of the President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). The KPK named AM as a graft suspect in connection with the Hambalang project on 8 December, 2012 and around two months later AU was called to be investigated Feb 22, 2013 in relation to the misusage of the state money for the Hambalang sport center in Bogor, West Java, Indonesia.  AM has been detained by the KPK because of misusing his authority over the management of the Hambalang project budget. Meanwhile, AU has been found guilty because of receiving some gratifications in relation to the multiyear project for his designation as a chairman of the Demokrat Party (Partai Demokrat) at the internal cauce of the Demokrat Party in Bandung in 2010.

We cannot celebrate yet some achievements of the KPK toward the Hambalang graft. Of course, it is undeniable that the KPK has made its good track record after prisoning some graft-involved prominent politicians from the ruling party. The Hambalang case, however, has not completely been finished but is mysterious still. The KPK has been dealing with the puzzle of the issue in order to catch the “big fish”. Now, the question is: who is next after bringing AM and AU to justice?

http://wanitawanita.com/wp-content/uploads/2013/04/hambalang-ambles-rugi-rp-14-m-ditanggung-asuransi.jpg

Rabu, 14 Mei 2014

Galau Jadi Riang: 14 Mei 2014

Tanggal 14 Mei 2014 adalah suatu hari yang mengisahkan suatu cerita yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Hari dimana kebingungan dan kegalauan sempat melanda diriku. Akhirnya, aku memutuskan untuk melangkahkan kaki ke kampus. Saya berjuang untuk konsentrasi untuk mengerjakan apa yang saya lakukan dengan laptop saya karena seringkali pikiran-pikiran yang memancing situasi galau itu muncul. Bersyukur hampir 3 jam ak bisa belajar walaupun hasilnya tidak maksimal.
Abis ngampus, ak menuju tempat perhentian bis dan ga lama ngetem, bisnya berangkat. Dalam perjalanan pulang di bis, ak mulai galau, hatiku sangat sesak, mata udah berkaca2 tapi malu nangis di bis. Dalam kegalauan itu, tiba-tiba ponsel seluler ku bunyi. Kawanku nelpon sambil nangis-nangis menceritakan masalahnya. Ak dengerin ceritanya padahal aku juga pengen nangis pada saat itu karena masalahku. Poin yang kudapat dari kisahnya adalah bahwa dia tetap mau berharap kepada Tuhan dan percaya bahwa solusinya dari Tuhan. Sekonyong-konyong aku merefleksikan apa yang sedang kudengar dengan apa yang sedang terjadi dengan diriku. Tentunya, masalahku tak ada apa-apanya dengan apa yang kawanku alami tapi responnya jauh sangat berbeda dengan caraku ngadepin kegalauanku di tanggal 14 Mei 2014. Ak mencoba ngalihin pikiranku ke posisi kawan ini dan mulai berdoa dalam hati buat dia. Alhasil, rasa galauku dan sesakku mulai hilang kemudian minta ampun sama Tuhan karena sempat ngebiarin masalah menghimpit diriku. Turun dari bis, aku bisa tersenyum, hehe... :-) 
Setibanya di kost, saya nyiapin makan malam. Taraaaa..ready to save my lifeJ Sambil mnghajar ‘home-made dinner’ ku di ruang TV kost, “Prime Time News” yang menjadi salah satu program favoritku, ak set untuk menemani makan malamku. Lepas program ini, tayangan“Mata Najwa”  berlanjut, ak masih nangkring di ruang TV dan tiba2 seorang adik kost berinisial nama P datang minta saran dengan dress yang mau dia pake besoknya buat acara fotoan. Setelah menemukan kostum yang sesuai, kami dan dua adik lainnya masih menikmati program “Najwa”. Satu adik yang berinisial T ninggalin kami ga lama setelah acara “Najwa”. Tinggallah diriku bersama adk P dan satu adk lagi berinisial I. Nah, kami ngobrol2 akhirnya sampai ke cerita tentang Tuhan. Sempat tercetus olh adk I klo dia sbenarnya smp hri ini mempertanyakan ttg Tuhan padahal dia rajin beridah sesuai dengan ajaran agamanya. Keraguan dia ttg Tuhan dimulai dari SMA.
“Aku jg pernah ngeraguin Tuhan” cetusku.
Adk P ngasih tau klo dia sih slama ni hdpnya flat aja tpi dia percaya Tuhan krna dia ngeliat gmn papanya bisa sembuh krna Tuhan. Adk P cerita klo papanya sempat sakit yang ga terdiagnosa olh dokter tpi parah dan hampir mau meninggal. Waktu sakitnya ga kambuh papanya ngantor dan pas break papanya mampir k gereja yang ga jauh dari kantor papanya. Di gereja ini, papa P berdoa sambil nangis dan sempat seorang romo datang k papa P dan mulai mendoakannya. Sejak saat itu, papa P sembuh. Inilah alasan P percaya kalo Tuhan ada.
Tiba2, adk I bertanya, “klo kk gmn bs ngeraguin Tuhan?”.
Dan disinilah ak menceritakan cerita kelam yg pernah aku lalui krna kecewa sma Tuhan dan ngeraguin Dia dan gmn Tuhan mngampuni ak dan mulihin hdp ku. Intinya, ak bilang Tuhan itu hidup. Itulah, cara yang Tuhan pakai untuk menolongku keluar dari rasa galauku dan ngejubahin ak dgn pakaian kegirangan. Tanggal 14 Mei 2014 adalah satu momen dari ribuan momen ak mengalami rasa riang.